Belajar dan Mengaji Yuuk !

Belajar dan Mengaji Yuuk !
it'is me

Selasa, 12 Juni 2012

MEMBACA ADALAH KEWAJIBAN YANG ASYIK

Membaca ??? pada sebagian besar orang hanyalah aktivitas yang dianggap sepele karena kadang diidentikkan dengan aktivitas belajar mengajar formal di lembaga formal dalam hal ini sekolah atau kuliah.
everyday kita tugas kita adalah membaca. Ingatkah bagaimana dan apa ketika Rasulullah SAW pertama kali mendapat wahyu adalah dengan perkataan Iqro' Iqro' iqro...di mana waktu itu RAsulullah SAW dikatakan tidak dapat membaca.
Benarlah adanya..kewajiban membaca adalah sebuah keniscayaan.. dengan membaca...sumber informasi akan kita dapat dan kita raih manfaatnya. Membaca adalah pintu gerbang terbukanya intelektualitas seseorang... dari membaca pengetahuan akan diperoleh...dari pengetahuan manusia pun akan dapat menentukan perilaku.
Dalam aktivitas membaca dimulai dari membaca kata demi kata huruf dan kata, kemudian menyimak, bahkan meneliti ( QS Al Mulk ayat : 3-4) dan melakukan ( do by learning) nilai - nilai yang diperoleh dari informasi membaca.
Kemudian bab tentang syarat diterimanya syahadat adalah ilmu, maka aktivitas membaca dalam mencari ilmu pengetahuan itulah menjadi bagian dari berilmu.

Kamis, 07 Juni 2012

Adab - adab dalam menuntut ilmu



  • 1.       Mengikhlaskan niat menuntut ilmu karena Allah Ta’ala. Tidak boleh kita dalam menuntuk ilmu berniat untuk tujuan yang tidak baik seperti untuk berbantahan dengan ulama, untuk membantah orang-orang bodoh agar terlihat hebat atau perbuatan tidak baik lainnya. Menurut Imam Ibnu Jama’ah rahimahullah, “Niat yang baik dalam menuntut ilmu hendaklah ditujukan hanya untuk mengharap wajah Allah, beramal dengannya, menghidupkan syariat, menerangi hatinya, menghiasi batinnya, dan mengharap kedekatan dengan Allah pada hari kiamat, serta mencari segala apa yang Allah sediakan untuk ahlinya (ahli ilmu) berupa keridhaan dan karuniaNya yang besar.”
  • 2.       Memohon ilmu yang bermanfaat. Hendaknya setiap penuntuk ilmu senantiasa memohon ilmu yang bermanfaat kepada Allah subhanahu wa Ta’ala dan memohon pertolongan kepadaNya dalam mencari ilmu, serta selalu merasa butuh kepadaNya. Diantara doa yang Rasulullah ucapkan adalah: “Ya Allah, aku memohon kepadaMu ilmu yang bermanfaat, rizki yang halal, dan amal yang diterima.” (HR. Ahmad)
  • 3.       Bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu. Rasulullah bersabda; “Sesungguhnya ilmu yang diperoleh dengan (sungguh-sungguh) belajar, dan sikap sabar (penyantun) diperoleh dengan membiasakan diri untuk sabar. Barangsiapa yang berusaha (keras) mencari kebaikan maka ia akan memperoleh kebaikan dan barangsiapa yang menjaga dirinya dari kejelekan (kejahatan) maka ia akan dilindungi Allah dari kejelekan (kejahatan).” (Diriwayatkan oleh Ibnul Jauzi dalam al’ilal mutanaahiyah dari Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu)
  • 4.       Menjauhkan diri dari dosa dan maksiat. Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan dalam kitabnya ad-Daa’ wad Dawaa´ bahwa seseorang tidak mendapat ilmu disebabkan dosa dan maksiat yang dilakukannya. Dosa yang paling besar adalah syirik dan durhaka kepada orangtua. Serta dosa-dosa besar lainnya, seperti makan harta orang lain, utang tidak dibayar, muamalah riba, minum khamr, makan dan minum dari usaha yang haram, membuka aurat di depan yang bukan mahramnya, dusta, ghibah, dan memfitnah seorang muslim. Termasuk sulit untuk menahan gerak lisannya.
  • 5.       Tidak boleh sombong dan malu. Lihatlah bagaimana Nabi Musa meninggalkan dakwahnya untuk sementara waktu kemudian menuntut ilmu kepada Nabi Khidir.
  • 6.       Diam dan mendengarkan baik-baik pelajaran yang disampaikan. Allah berfirman: “(Yaitu) mereka yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal sehat.” (QS. Az Zumar (39) ayat 18).
  • 7.       Berusaha memahami ilmu yang disampaikan. Sahabat ‘Abdullah bin Mas’ud pernah berdoa: “Ya Allah tambahkanlah kepada kami keimanan, keyakinan, dan pemahaman (yang benar).” (Diriwayatkan oleh ‘Abdullah bin Imam Ahmad).
  • 8.       Mengikat ilmu dengan tulisan. Rasulullah bersabda; “Ikatlah ilmu dengan tulisan.” (Diriwayatkan oleh Ibnu ‘Abdil Barr dari Anas bin Malik)
  • 9.       Mengamalkan ilmu yang telah dipelajari. Rasulullah telah mengingatkan agar kita mengamalkan ilmu yang dipelajari, sebagaimana sabdanya; “Tidak akan beranjak kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat hinggat ia ditanya tentang umurnya untuk apa ia habiskan, tentang ilmunya, apa yang telah diamalkan, tentang hartanya darimana ia peroleh dan kemana ia habiskan, tentang tubuhnya –capek dan letihnya- untuk apa ia gunakan.” (HR. Ar Tirmidzi).

Rabu, 30 Mei 2012

Kata - kata Motivasi: Tugas masing - masing adalah yang terdekat.


Andaikan Anda tidak mungkin menjadi pucuk cemara di puncak bukit sana...
Jadilah saja perdu di lembah
Perdu yang terbaik di sisi bukit
Biarlah jadi belukar jika tak mungkin jadi pohon.

Andai tak mungkin jadi perdu, jadilah rumput
hiasi jalan raya..
Bila tak mungkin jadi tumbuhan rambat sedap...
jadilah serat berguna
tapi serat di tepi danau

Tidak semua dari kita menjadi nahkoda, siapa lagi awak.
SEtiap orang mempunyai peran.
Ada tugas besar ada tugas kecil
Tugas masing - masing adalah yang terdekat.

Bila tidak mungkin jalan tol..jadilah Anda jalan setapak.
Bila tidak mungkin mentari, jadilah Anda bintang.
Berhasil atau gagal bukan ukuran
Apa pun jua jadilah yang terbaik
---Douglas Malloc---
dalam buku "TUJUH MATA PEDANG KEBERHASILAN" fery muhammad SE

Senin, 28 Mei 2012

Dari Bahtera Menuju Islam


 QS Al-Furqon : 53
"Dan Dia lah yang membiarkan dua laut mengalir(berdampingan) yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit dan Dia jadikan antara keduanya dinding pembatas dan batas yang menghalangi"
Seorang pakar kelautan menyatakan betapa terpesonanya ia kepada Al Quran yang telah memberikan jawaban dari pencariannya selama ini.Proft. Jackues Yves Costeau seorang oceanografer, yang sering muncul di televisi pada acara Discovery. ketika sedang menyelam menemukan beberapa mata air ditengah kedalaman lautan. Mata air tersebut berbeda kadar kimia, warna dan rasanya serta tidak bercampur dengan air laut lainnya. bertahun - tahun dia berusaha mengadakan penelitian dan mencari jawaban misteri tersebut. sampai suatu hari bertemu dengan seorang profesor muslim,kemudian ia menjelaskan tentang ayat Al Quran Surat Ar Rahmaan ayat 19-20 dan Al Furqon : 53. awalnya ayat tersebut ditafsirkan muara sungai tetapi pada muara sungai ternyata tidak ada ditemukan.
Berdasarkan contoh di atas, dpat memberikan gambaran pada kita bahwa ayat suci Al Quran bisa menjelaskan fenomea alam, cromosome,anatomi,keperawatan dan antariksa (baca: jurnal keperawatan Unpad edisi 4 hal 64-70) wallahu a'lam bi showwab
diadaptasi kembali by yeni dari situs islam

Kamis, 24 Mei 2012

Mencuri RIndu

Basah segala raga ini oleh peluh dosa
Lelap dalam kehinaan lumpur munafikku
Dilumuti Raja hatiku dengan tahta dengki...
tak berujung tak menentu nahkoda kukendalikan,
dalam pelayaran Usia....
Sayup terdengar di horizon sana...Seru MU..
Oh aku hendak ke sana
tapi masih terantai ego...padahal
ingin ku mencuri rindu...rindu dalam peluk MU
(created by Yeni Indriana. 22.00 /24 maret 2012/cirebon city )